Pantai Bwanna yang Menantang

Pantai Bwanna yang Menantang

Setelah Anda mengikuti cerita sebelumnya saat mengunjungi pantai Batu Maladong, berikut ini pengalaman mengunjungi pantai Bwanna.

Baik. Sekarang kita menuju ke pantai Bwanna.

Setelah puas menikmati keindahan alam pantai Batu Maladong, kami meneruskan perjalan ke pantai Bwanna. Rute yang dilalui harus kembali lagi ke rute awal sebelum berbelok masuk ke rute Batu Maladong. Artinya harus kembali.

Setelah keluar dari pantai Batu Maladong, perjalanan dilanjutkan ke pantai Bwanna. Kurang lebih 3 KM jarak antara pantai Batu Maladong dan pantai Bwanna, dimana jalanan yang dilalui adalah jalanan tanah di antara padang sabana. Seru juga. Kiri-kanan hanya hamparan sabana yang ditumbuhi ilalang.

Nah, setelah tiba di lokasi, kendaraan yang ditumpangi tidak bisa sampai ke pantai. Harus diparkir di situ. Awalnya kami berpikir bisa sampai ke bibir pantai seperti di pantai Batu Maladong. Setelah dijelasin sama penduduk lokal, maka kami harus berjalan kaki menuju pantai.

Ok, tidak apa-apa. Kami bersemangat. Akhirnya kami mulai berjalan kaki kurang lebih 50 meter menuruni jalan setapak yang licin dan curam. Kalau tidak hati-hati, bisa celaka!

Pelan-pelan tapi pasti akhirnya kami berada di bibir pantai Bwanna. Di pantai inilah terdapat sebuah batu yang menyerupai gawang. Penduduk lokal di sana menyebutnya Batu Lobang, Batu Gerbang, atau Batu Gawang.

Untuk menikmati pendangan alam di sini, Anda bisa berada di bawah, maksudnya berada di pantainya sambil menikmati air ombak yang menerjang bibir pantai dimana terdapat batu-batu bulat tapi permukaannya tajam, atau berada di atas Batu Lobang/Gerbang/Gawang dimana di atas Batu Lobang/Gerbang/Gawang tersebut disediakan pondok kecil beratap ilalang tempat beristirahat sambil menikmati lautan dan pantainya dari ketinggian.

Saran saya, ketika berada di ketinggian ini, berhati-hatilah berdiri dipinggir tebing, karena tidak ada pagar pengaman tempat Anda berpegang, dan sebaiknya jangan berdiri di situ. Cukup menikmatinya pemandangan sekitarnya dari pondok yang sudah disediakan di situ.

Ok, setelah kami puas-puasin menikmati keindahan alamnya, kami harus kembali. Kalau Anda adalah traveler sejati, Anda tidak akan mengeluh. Ya, untuk kembali ke tempat parkiran mobil tadi, Anda harus kembali menyusuri jalan setapak yang menanjak. Di beberapa bagian kemiringannya hampir 90 derajat, yang tentunya membutuhkan ekstra tenaga untuk mendaki hingga melewati rintangan tersebut.

Anda mau mencobanya? Silahkan kunjungi pantai Bwanna, kami tunggu kedatangan Anda :-)

Dipost Oleh Oskar Shaja

Apa ya? Mau bilang pekerja, kadang lebih suka berdiam diri Mau bilang suka menyibukan diri, kadang banyak ngelamun Tapi kadang suka jalan2 sama keluarga kalau pas lagi liburan sekolah :-)

Post Terkait

Tinggalkan Komentar