Rumah Budaya Sumba

Rumah Budaya Sumba

Rumah Budaya Sumba (RBS) berada di kota Weetabula Kabupaten Sumba Barat Daya, dengan alamat Jl. Rumah Budaya no 212 Kalembu Nga’banga Weetabula. Jika ke Sumba, rasanya kurang lengkap kalau tidak mengunjungi Lembaga Studi dan Pelestarian Budaya Sumba ini.

RBS Didirikan pada tahun 2010 oleh Pater Robert Ramone, C.Ss.R bersama para donatur. Mimpi beliau jika dibahasakan secara sederhana dengan adanya RBS ini anak cucu kita kelak tetap mengenal budaya Sumba dan semua benda yang ada di RBS ini benar-benar ada dan dipakai atau digunakan sejak jaman nenek moyang kita dahulu.

Saat masuk ke dalam RBS ini hal pertama yang kamu harus lakukan adalah memukul tambur sebanyak 3 kali sebagai ucapan atau salam kepada leluhur. Setelah itu kamu akan dipandu oleh manajer RBS bahkan kadang oleh Pater Robert sendiri untuk menjelaskan semua benda yang ada didalam museum, misalnya dapatnya dari mana, tahun berapa, ataupun siapa yang menyumbangkannya.

Pastor Robert mengatakan, pembangunan RBS dimaksudkan untuk mengembalikan Sumba ke hakikinya. Sumba telah kehilangan akar budaya oleh masuknya agama lain, dan kemajuan zaman, termasuk perkembangan teknologi saat ini.

Kebiasaan buruk dan tidak menghargai hak-hak orang lain, termasuk kebiasaan korupsi, sudah merebak di kalangan masyarakat Sumba.

Kehidupan chaos seperti itu akan dipulihkan atau diharmoniskan secara perlahan dan bertahap melalui RBS untuk mengembalikan Sumba ke hakikat asli, yakni jujur, adil, sejahtera, dan damai.

Ini sebagai sebuah mimpi yang terus dikejar. Cukup sulit direalisasikan, tetapi dengan semua kemampuan dan berkat leluhur akan terpenuhi. Rumah itu memayungi semua warga Sumba, sekaligus semua kampung adat di pulau itu.

Pada pusat pelataran halaman RBS terdapat huruf C sebagai central (pusat). Pelataran itu menjadi tempat pergelaran tarian tradisional, musik tradisional, dan cerita rakyat. Huruf C bermakna Corpus, hati. Huruf yang sama juga ditempatkan di ruang tamu, rumah budaya itu, terletak persis di tengah garis diagonal.

Benda-benda di dalam RBS tidak bisa di foto, jadi kalau mau mengenal lebih dekat silahkan berkunjung…, welcome dan tidak dipungut biaya! [*]

Dipost Oleh Rooslinda Rambu Lodji

Traveler, penulis dan penggiat pertanian :-)

Post Terkait

Tinggalkan Komentar