Selamat Datang Di Air Terjun Tanggedu

Destinasi Wisata Air Terjun Tanggedu

Menghabiskan waktu saat liburan memang mengasyikan. Apalagi jika liburan bersama keluarga, ataupun bersama teman-teman sekomunitas, bahkan juga solo backpacker bagi yang suka sendirian. Yang pasti waktu adalah milik anda.

Di Sumba Timur ada satu tempat wisata yang ramai didatangi pengunjung. Pengunjungnya bukan saja dari warga lokal di Sumba Timur, tapi juga dari luar Sumba Timur, bahkan dari luar Sumba. Ada yang datang dari Jakarta, Batam, Bali, bahkan dari Papua, selain yang dari luar negeri.

Lukisan Alam

Tempat wisata ini dikenal dengan nama Air Terjun Tanggedu. Pernah teman saya dari Kalimantan menanyakan begini, “Bro, apa benar Air Terjun Tanggedu itu ada? Kok latar belakangnya kayak lukisan? Atau itu air terjun buatan ya?”.

Air Terjun Tanggedu

Untuk menjawab pertanyaan teman saya itu, akhirnya saya mengirim photo-photo Air Terjun Tanggedu dan menjelaskan lokasinya jika ingin didatangi. Akhirnya teman saya baru percaya setelah ia melihat photo-photo tersebut.

Dimana Lokasi Air Terjun Tanggedu?

Air Terjun Tanggedu terletak di desa Ndapayami, kecamatan Kanatang, Sumba Timur. Untuk mencapai lokasi tersebut ada dua jalur alternatif yang bisa anda pilih. Pertama melalui Wairinding dan yang kedua melalui Mondu. Saya sarankan melalui Mondu karena kondisi jalan menuju ke sana masih agak baik jika dibandingkan melalui Wairinding.

Air Terjun Tanggedu

Alternatif lain jika melalu Mondu, akan bisa mampir ke pantai Puru Kambera baik saat pergi maupun pulang dari Air Terjun Tanggedu. Waktu yang anda butuhkan kurang lebih 1 jam 45 menit dengan jarak tempuh kurang lebih 50 kilometer.

Jika anda sendirian ke sana, cukup dengan google map dan bertanya ke warga lokal, anda tidak akan tersesat. Yang perlu anda siapkan adalah fisik yang prima sebab kendaraan tidak sampai di titik lokasi air terjun. Anda harus menitipkan kendaraan anda di rumah warga lokal yang menjadi lokasi tempat parkir dengan biaya Rp.10.000,- roda empat, dan Rp. 5.000,- untuk roda dua.

Tracking Yang Menantang

Setelah kendaraan yang anda tumpangi dititipkan di lokasi parkiran, anda harus berjalan kaki melanjutkan perjalanan. Jarak tempuh kurang lebih 1,5 kilometer. Pertama anda akan menyeberangi anak sungai. Di sini dibutuhkan fisik yang prima, sebab tidak ada jembatan penyeberangan.

Air Terjun Tanggedu

Setelah menyeberangi anak sungai, dilanjutkan dengan melintasi padang sabana, melintasi kebun warga tapi anda akan disajikan pemandangan bukit-bukit yang menjulang tinggi. Oya, saat menjumpai rumah pertama milik warga lokal di situ, ada buku tamu yang harus diisi dan memberi tiket masuk sesukarelanya.

Air Terjun Tanggedu

Setelah itu perjalanan anda lanjutkan hingga menjumpai papan nama ucapan selamat datang. Di titik ini, mungkin anda perlu beristirahat sebentar sebelum menuruni jalan setapak yang cukup membuat anda cemas. Setelah merasa segar lagi, lanjutkan perjalanannya. Di sini perlu ada berhati-hati sebab trackingnya menurun danb cukup curam. Memang dipasangi pagar pengaman dari bambu dan tidak permanen. Berhati-hatilah!

Kesejukan Yang Alami

Setelah anda melewati tracking yang mencemaskan, anda akan disajikan pemandangan alam yang menyejukan. Gemericik air sungai yang mengalir dan gemuruh air yang jatuh dibebatuan menjadi sajian alam yang tak terkira. Di titik ini, waktu adalah milik anda. Apakah mau berlama-lama untuk menikmati alam atau ingin segera kembali ke rumah, itu semua pilihan anda.

Air Terjun Tanggedu

Karena tempat ini alami, tetapi tetaplah untuk berhati-hati sebab ada tempat-tempat yang licin. Celah bebatuan juga dapat berbahaya jika anda menginjakkan kaki tidak hati-hati. Yang terakhir mohon untuk tidak membuang sampah sembarang. Gunakan kantong-katong sampah yang sudah disiapkan di sana untuk membuang sampah tersebut.[*]

Post Author: admin